BUKA KEDAI KOPI YUK ?

Source picture by: @filosofikopi

Saat ini kita lihat bisnis coffeeshop mulai menjamur dan mudah untuk ditemukan. Bahkan beberapa retail sudah mulai memasukkan produk kopinya dalam outlet mereka. Ini memunculkan fenomena baru, bahwa perkembangan kopi di Indonesia sudah mulai dilirik beberapa investor untuk menjadikannya sebuah industri yang menjanjikan.

Anda berminat bisnis kedai kopi. Simak ulasan terpenting untuk memulai bisnis coffeeshop di tengah maraknya kedai kopi.

1. Target Pasar

Target Pasar merupakan bagian terpenting yang perlu dipikirkan, dikarenakan Anda harus mengetahui Produk Anda akan laku di pasar yang seperti apa. Target pasar pun meliputi; pendapatan, gaya hidup, umur, pekerjaan, dan sebagainya.

Contohnya: saja misalkan Anda berencana membuka kedai di daerah pekuliahan, maka yang cocok Anda jual adalah produk dengan harga terjangkau dan tempat yang nyaman untuk kalangan mahasiswa seperti kedai berkonsep café. Dengan pasar yang sudah Anda tentukan berdasarkan produk yang akan Anda jual, maka Anda tidak akan kesulitan untuk menjual produk Anda.

2. Lokasi

Lokasi adalah tempat dimana Anda memulai operasional bisnis kedai Anda. Sebisa mungkin lokasi kedai harus di tempat yang disebut prime.

“Intinya harus terlihat. Karena kita bicara orang dalam konteks lapar, di mana yang paling dekat itu yang dipilih. Entah itu di mal atau jalan raya.”

Banyak kedai yang mempunyai tempat yang nyaman dan produk yang enak terpaksa harus tutup karena sepi pengunjung. Hal itu, sangat disayangkan mengingat modal yang dikeluarkan untuk membuat usaha kedai tidaklah sedikit. Maka, usahakanlah melihat potensi tempat sebelum Anda memutuskan untuk membuat sebuah kedai di lokasi tersebut. Beberapa tempat yang ramai memang memasang harga sewa yang lumayan mahal, namun tentu dengan tingkat spekulasi yang tidak terlalu besar.

3. Produk atau menu

Dalam merumuskan menu, Anda harus tahu kondisi pasar di lingkungan tempat berdiri kedai. “Kalau Anda bersikeras memilih produk yang sudah ada, misalnya standar kopi saja, kemungkinannya cuma dua, yaitu sukses melebihi yang sudah ada, atau kalah bersaing dari yangsudahada.”

Pada sisi lain, bila produk yang Anda miliki sudah cukup dikenal, maka kompetisi yang paling utama. “Kompetisi ini bisa dalam berbagai bentuk, misalnya harga, ukuran porsi dan inovasi layanan. Selanjutnya biar konsumen yang memilih.” Itu sebabnya survei tetap penting dilakukan agar confidence.

4. Promosi

Banyak yang menganggap promosi cukup dilakukan pada awal Anda menjalankan sebuah usaha. Padahal beberapa usaha yang sukses melakukan kegiatan promosi setiap waktu, di sepanjang usahanya berdiri.

“Jangan menjadi pengusaha konyol yang rela melihat kedainya sepi berbulan-bulan karena enggan memberikan potongan harga atau mengeluarkan dana lebih demi melakukan promosi.”

Rancanglah startegi promosi Anda, minimal untuk jangka waktu 6 bulan ke depan. Rencanakan program-program menarik di setiap tahun dan di setiap hari-hari besar. Tak peduli cara promosi Anda cukup canggih atau malah konvensional, namun jika hal tersebut direncanakan dan dijalankan dengan baik maka itu akan jauh lebih efektif.

5. Pengaturan Keuangan yang Tepat dan sesuai

Laporan Penjualan dan Pembelian juga menjadi salah satu yang penting karena ini menyangkut hidup dan matinya sebuah bisnis. Anda juga harus mengatur pembukuan yang benar agar tidak terjadi kesalahan dalam penghitungan keuntungan. Dengan adanya pembukuan akuntansi atau software akuntansi yang dapat membantu Anda agar lebih mudah mungkin akan menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk bisnis Anda.

6. Percaya Kepada Orang Lain

Pada dasarnya bisnis coffeeshop merupakan bisnis yang cukup kompleks karena melibatkan banyak orang dengan spesialisasi bidang yang berbeda. Untuk itu Anda harus sadar akan kemampuan diri sendiri.

Anda mungkin cukup kreatif untuk menciptakan ide-ide brilian tentang dekorasi kedai Anda nantinya, namun untuk soal makanan dan minuman kemampuan Anda sangat tidak mumpuni. Maka, rekrut lah orang-orang yang ahli di bidangnya. Siapkan anggaran pada perencanaan bisnis Anda itu untuk membayar orang-orang tersebut.

Hal ini juga akan menjadi nilai lebih ketika investor melihat proposal bisnis Anda karena mereka tau bahwa uang yang mereka berikan kepada Anda diolah oleh orang-orang yang ahli di bidangnya.

Writter : Wibi Sana R

Editor : Abdullah Hatim

 

TIPS-TIPS MEMILIH BIJI KOPI

 

  • Roasting Date (Tanggal Hasil Sangrai Biji Kopi)

Roasting dateex: roasting date (03-07-2017) – roaster: Genco 

Setiap kita membeli biji kopi sebelum digiling, biasanya akan tertera pada kemasan biji kopi tanggal dimana roaster melakukan roasting kopinya.

Apa fungsi roasting date tersebut? Samakah dengan masa kadaluarsa dalam kemasan makanan pada umumnya?

Penjelasannya adalah bertujuan untuk para penikmat kopi atau barista mengetahui bahwa semakin lama kopi menjauh dari tanggal roasting, maka secara kualitas akan menurun.

Untuk menanyakan roasting date saat membeli biji kopi yang sudah disangrai merupakan hal lumrah. Karena, penikmat kopi berhak mendapatkan biji kopi yang masih dalam keadaan fresh.

Apakah roasting date satu-satunya faktor yang menjamin kesegaran biji kopi?

Penjelasannya adalah roasting date bukan satu-satunya faktor penentu bahwa kesegaran kopi terjamin, melainkan kemasan dan tempat penyimpanan biji kopi yang digunakan menjadi salah satu faktor penentu kualitas kopi.

  • Packaging ‘ONE-WAY-VALVE’ (Kemasan Berlubang Udara Satu Arah)

one way valve– roaster: Genco 

Dalam beberapa kemasan biji kopi yang sudah di roasting. Akan dengan mudah ditemukan pada sisi depannya sebuah lubang udara. Itulah yang biasa disebut dengan lubang one-way valve.

Apakah fungsi dari lubang udara tersebut?

Penjelasannya adalah berfungsi mengeluarkan udara secara satu arah (one-way), dari dalam ke luar tanpa memasukkan udara dari luar ke dalam. Lubang ini membantu menjaga kualitas kopi dengan mengeluarkan karbondioksida (CO2) yang menguap dari biji kopi paska disangrai.

  • Origin (Asal-usul Biji Kopi)

originex: origin (Gn. Halu, Jawa Barat, Indonesia) – roaster: Genco 

Ada hal menarik tentang origin atau biasa dikenal dengan asal usul biji kopi. Dimana terdapat keterangan mengenai nama pulau atau daerah yang menjelaskan lebih spesifik tempat kopi itu ditanam.

Untuk di Indonesia bisa dijumpai origin, seperti: Gayo, Papua, Flores dan Bali.

  • Roasting Profile (Profil Sangrai Kopi)

Profile Roastingex: L (Light), M(Medium), D(Dark) – roaster: Kopi Miring

Roasting profile adalah profil mengenai tingkat kematangan sangrai kopi, seperti; light, medium dan dark. Dimana dapat dibedakan dari hasil sangrai secara fisiknya bisa dilihat dari warnanya.

Writter: Wibi Sana Rachmat

Editor: Abdullah Hatim

 

Yusri Putrama Adimulya:

Barista Kopipapi Coffee Space

rama 1

yusriputrama93@gmail.com / @yusriputrama

Pria yang saat ini berusia 24 tahun sedang menjalani profesi barista pertamanya di  salah satu coffeeshop di bilangan Tangerang. Kopipapi Coffee Space (Jalan Maleo Raya JC1 No.16) menjadi permulaan awal karirnya setelah pernah mencoba membuka bisnis di industri kopi juga bersama 2 orang sahabatnya bernamakan Kedai Pondur (Pohon Duren). Rama, panggilan yang biasa dikenal, berniat mendalami lagi industri kopi ini dengan bekerja di Kopipapi, selagi bisnisnya sedang mengalami vacum untuk sementara waktu.
Mahasiswa Universitas Mercu Buana dengan jurusan Sistem Informasi ini mengaku suka dukanya menjalani profesi menjadi seorang barista, diantaranya; karena kesukaannya dengan industri kopi yang berawal dari penikmat kopi dan mulai mencoba menikmati racikan dari kedai satu ke kedai lainnya. Untuk dukanya; ketika buatannya terasa kurang enak di lidah customer, agak sedikit kecewa dalam diri sendiri.Pria yang saat ini berusia 24 tahun sedang menjalani profesi barista pertamanya di  salah satu coffeeshop di bilangan Tangerang. Kopipapi Coffee Space (Jalan Maleo Raya JC1 No.16) menjadi permulaan awal karirnya setelah pernah mencoba membuka bisnis di industri kopi juga bersama 2 orang sahabatnya bernamakan Kedai Pondur (Pondok Duren). Rama, panggilan yang biasa dikenal, berniat mendalami lagi industri kopi ini dengan bekerja di Kopipapi, selagi bisnisnya sedang mengalami vacum untuk sementara waktu.

Rama yang menyukai metode manual dengan filter atau biasa dikenal dengan V60 atau tubruk. Dikarenakan, racikan setiap barista berbeda dalam membuat cita rasa dari kopi bila menggunakan metode manual V60. Untuk single origin, Rama lebih menyukai beans dari lokal (Indonesia), terutama dari Papua dan Gayo. Dikarenakan, karakteristik yang lebih kuat menurutnya.

rama2

Pria yang biasa menggunakan kacamata dan topi ini, pernah mengikuti kompetisi Fun Brewing di salah satu kedai yang sedang melaksanakan anniversary yaitu Kedai Kebun Depan (Cikupa Raya) di akhir Desember 2016. Rama yang mempunyai keinginan untuk mengikuti ajang kompetisi di tingkat nasional ataupun internasional untuk mewakili Indonesia. Namun, sejauh ini dirinya masih ingin terus belajar untuk jauh lebih baik.

Ketika ditanyakan oleh kami mengenai perkembangan kopi di Indonesia. Rama menuturkan,”perkembangan kopi di Indonesia sudah maju pesat dan menjadi trend. Dan, barista sedang mengalami kenaikan di bidang profesinya.”

Rama yang bercita-cita untuk membuka bisnis kopi sendiri, tapi masih dalam rencana panjang. Keinginnyanya ketika kelak mempunyai kedainya sendiri, pelanggan yang datang dapat menikmati racikan kopinya dengan baik.

Baginya pekerjaan saat ini sangat dinikmati di bidang barista karena masih banyak yang harus dipelajari. Rama juga mengaku belum pernah mengunjungi kebun kopi dan sangat tertarik sekali untuk berkunjung ke kebun kopi jika ada kesempatan. Untuk mempelajari cara menanam, panen dan pasca panenya.

Kontribusi yang bisa Rama lakukan untuk industri kopi di Indonesi adalah untuk menjadi pelaku kopi, dengan cara membuat kopi seenak dan sebaik mungkin. Dan ditambah dengan mengikuti komunitas kopi di Tangerang.

Penacapaian yang belum tercapai dalam hidup Rama adalah mengapresiasi kopi dari negaranya sendiri dan dapat dikenal oleh negara-negara lain.

Quote dari Rama,”kalo kopi itu sudah jadi, itu bisa dibilang obrolan kita baru dimulai.”

kopipapi

Jl. Maleo Raya JC1 No.16,

kopipapi.id@gmail.com / @kopipapi

 

Narasumber: Yusri Putrama Adimulya

Writter: Wibi Sana Rachmat

Editor: Abdullah Hatim

EKSPEDISI KOPI DI PENGALENGAN I 9-10 April 2016

photo-5-5

Source picture by: Ekskop Team

Ekspedisi Kopi perdana diadakan di daerah Pengalengan, Bandung, Jawa Barat. Kebun kopi pertama yang kami jadikan sebuah perjalanan edukasi kopi di perkebunan Kopi Pengalengan berasal. Kami tim inti Ekskop beranggotakan; Abdul (roaster-Hatimbean), Wibi (pegawai swasta), Fahmi dan Jaka (owner-Peackers) memulai acara dengan konsep berkunjung ke kebun kopi. Konsep yang mulanya hanya bertujuan untuk menikmati wisata ke kebun kopi untuk segala kalangan. Mulai dari; penggiat kopi, pengusaha kopi, blogger, barista, roaster, sampai sekedar penikmat kopi. Ini berawal dari keresahan kami mengenai mewabahnya beberapa kedai-kedai kopi setelah munculnya film bertajuk kopi. Tidak dapat kami pungkiri bahwa kedai-kedai kopi mulai bermunculan. Dari kelas bawah sampai menengah ke atas.

Terlepas dari segala hiruk pikuk mewabahnya kedai-kedai kopi, kami menawarkan perjalanan untuk mengenal perkebunan kopi langsung dari petani beserta pihak hulu terkait di daerah Pengalengan. Kenapa Kopi Pengalengan yang menjadi tujuan perdana kami? Secara referensi kebun, Abdul memiliki kedekatan dengan petani dan gudang kopi di Pengalengan. Setelah dilakukan survey untuk diadakannya acara di Pengalengan dan tempat yang sangat memungkinkan. Kami memutuskan Pengalengan sebagai awal dari perjalanan Ekspedisi Kopi.

Wibi sebagai Project Leader Ekspedisi Kopi I bersama tim memulai mencari support dari berbagai kedai kopi di Indonesia untuk membantu melancarkan acara Ekspedisi Kopi. Beberapa support dari kedai kopi diantaranya; Hobiku Coffee (Jakarta), Cultivar Coffeehouse (Bandung), Selera Kopi (Jakarta), Saturdaycoffee (Depok), Coffee Life (Jakarta), Skut Kopi (Jakarta), Jung Coffee (Jakarta), Vens Family (Malang), Ruang Ke-3 (Jakarta), Coffee Is Black (Tangerang), Juliet Coffee (Depok), Imah Nini (Bogor), Nasi Teror (Bogor) dan Pitstop (Bogor).

Dengan beberapa support dari kedai-kedai kopi dan di luar kedai kopi, kami menjalankan project ini di tanggal 9-10 April 2016. Peserta yang mengikuti acara kami di luar ekspektasi. Diantaranya; Dion (Barista Selera Kopi), Indah (Marketing Coffee Is Black), Mariesya (Karyawan Swasta), Dito (Penikmat Kopi), Marcella (Penikmat Kopi), Pak Zaelani (Owner Imah Nini), Tere (Blogger), dan Adit (Blogger). Peserta yang berjumlah 8 orang ditambah 4 orang tim inti, kami pikir 3 mobil pribadi cukup untuk menampung rombongan ini.

Check point pertama dimulai di parkiran Cilandak Town Square sekitar pukul 06.00 pagi. Beberapa peserta kami kenal hanya melalui pesan singkat. Jadi, pertemuan pertama menjadi ajang perkenalan kami. Pembagian posisi duduk di mobil sudah diatur untuk 2 team dalam 2 mobil. Perjalanan menuju Bandung sekitar pukul 07.00. Keluar di tol Kopo sekitar pukul 10.30 dikarenakan kondisi jalan weekend yang cukup ramai dan padat. Kami menemui tim Bandung yang sudah menanti. Perjalan dari tol Kopo menuju ke Pengalengan memakan waktu hampir 3 jam. Kami langsung menuju gudang kopi tempat materi I diadakan. Gudang kentang yang hampir setahun lebih difungsikan menjadi Gudang kopi dikelola oleh Pak Wildan. Pak Wildan dan istri bersama karyawannya menyambut kami dengan hangat. Sebelum Pak Wildan menjelaskan mengenai proses pasca panen dan asal mula kopi datang ke Indonesia beserta varietas kopi. Kami melakukan makan siang bersama dan istirahat setelah perjalanan yang lumayan jauh.

img_4541

Source picture by: Ekskop Team

Suasana di sekitar Gudang Kopi begitu sejuk, sesekali gerimis menghampiri. Di sekeliling gudang terdapat kebun sayur mayur dan kebun kopi termasuk di dalamnya. Selepas makan siang, Pak Wildan mulai menjelaskan mengenai varietas kopi, proses pasca panen dan bisnis kopi di Indonesia. Penjelasan Pak Wildan sedikit banyaknya membuka wawasan kami akan kopi. Karena, Pak Wildan menjelaskan secara apa adanya dan pembawaannya yang serius tapi santai. Dion (barista dari Selera Kopi), sebagai peserta kami juga mencoba melakukan demo menyeduh kopi dengan metode manual brewing yaitu Aeropress. Ini di luar agenda kami, tapi Pak Wildan dan peserta lainnya sangat menikmati racikan Dion menyeduh kopi. Pak Wildan juga tidak sungkan untuk bertukar pikiran mengenai metode manual brewing.

photo-2-4

Source picture by: Ekskop Team

Di acara ini, kami tidak ada posisi untuk saling mengutamakan keahliannya, melainkan berbagi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. Pak Wildan juga sempat mengajak kami mengelilingi alat-alat mesin proses pasca panen, seperti; huller dan pulper. Dimana fungsi dari pulper yaitu mengupas kulit kopi yang masih merah atau biasa dikenal dengan buah cherry. Dan kemudian dilakukan huller untuk mengupas kopi yang masih terdapat kulit tanduknya. Sekaligus mensortir kopi yang baik. Di lantai 2 yang menggunakan struktur baja juga terdapat mesin konveyor dimana dilakukan sortir manual oleh pekerja di gudang yang ditembakan dengan sorot cahaya. Dilakukan klasifikasi kopi berdasarkan grading mutu kopi.

            Setelah, kunjungan Gudang Kopi selesai dilanjutkan menuju homestay untuk mengistirahatkan badan, sebelum malam diadakannya materi II mengenai Kopi & Aroma dan Pembahasan Karakteristik Kopi yang disampaikan langsung Abdul.

Abdul yang menjelaskan tentang Materi II begitu tegas dan jelas. Pembawaannya yang apa adanya tapi ketika menjelaskan masalah kopi terlihat serius dan masuk ke permasalahan berdasarkan pengalamannya mengenal kopi. Disela-sela sharing bersama peserta dan tim di tengah dinginnya Pengalengan, terjadi sharing yang hangat dan hidup. Apa yang kami tidak paham akan kami jadikan bahan diskusi di luar agenda Ekskop. Karena keterbatasan Abdul dan tim, kami tidak akan memberikan apa yang belum kami pahami. Sehingga, sharing menjadi lebih berwarna dengan masukan dari para peserta.

photo-1-2

Source picture by: Ekskop Team

Pagi hari yang lebih dingin dilanjutkan dengan sarapan pagi dan agenda Materi III yaitu kunjungan ke Kebun Kopi milik Pak Anton. Pak Anton memiliki kebun yang dikelola bersama para petani dengan luas sekitar ±1ha. Pak Anton menjelaskan bagaimana pembibitan kopi, varietas di kebunnya dan cara memanen kopi yang benar.

untitled

 

photo-3-1

Source picture by: Ekskop Team

Siang harinya ditutup dengan makan siang dan dilanjutkan perjalan menuju Jakarta. Kembali ke Jakarta dengan keluarga baru di Ekspedisi Kopi Pengalengan I yang akan terus berlanjut untuk diskusi lebih baik di lain kesempatan.

Profile Team Ekskop:

photo-2-2

Terima kasih kepada supported:

photo-1-1

M. Arif Zalsyah :

Roaster Coffee Is Black

arif3

m.arifzalsyah@gmail.com / @coffeeisblack

Roaster atau penyangrai greenbean kini makin bermunculan semakin meningkatnya jumlah kedai-kedai kopi yang kian tumbuh. Seperti prinsip ekonomi lama, semakin banyak permintaan maka semakin banyak stock yang harusnya tersedia. Jika tidak mengikuti hukum alam ekonomi tersebut maka akan terjadinya chaos. Pria lulusan Sarjana Ekonomi ini, M. Arif Zalsyah (30) mengikuti hukum ekonomi yang berlaku. Arif sebutan yang dikenal di lingkungannya, melihat peluang bisnis untuk menisbatkan dirinya menjadi seorang Roaster. Setelah sebelumnya bekerja sebagai seorang barista di coffeeshop Jakarta Selatan. Kemudian, ia membangun bisnis bernamakan Coffee Is Black di rumahnya di bilangan Tangerang, Bandar Wijaya. Alasan nama tersebut dibuat sangat sederhana, karena kopi itu hitam.

Di awal Januari 2015, ia memulai karir menjadi roaster dengan mesin Willian dari Bali type Fike W600i berkapasitas 1kg. ”Semoga bisa sampai bertahan 20 tahun kedepan,” katanya saat ditanya kapan memulai bisnisnya ini. Menjadi seorang roaster di luar peluang bisnisnya, ini adalah passion untuk karir barunya di industri kopi. Karena, Arif berniat untuk mendalami kopi itu sendiri, sehingga pilihan menjadi seorang roaster lebih menjadi passion dibandingkan seorang barista.

arif

Source picture by: @coffee_is_black

Arif yang biasa mengenakan topi, kaos, jeans dan sendalan ini mengatakan suka dukanya menjadi seorang roaster adalah profile roasting. Setiap beans memiliki karakter yang berbeda-beda, ditambah menghadapai permintaan client yang beraneka ragam menjadikan tantangan tersendiri. Baginya, tidak mudah untuk memuaskan permintaan client, tapi dengan tetap mencoba semaksimal mungkin. Kendala di mesin William juga disebutkan Arif masih terdapat banyak kekurangan seperti; airflow dan pengapian yang masih kurang.

Untuk teknik roasting yang paling disukainya adalah medium roast, dikarenakan hasilnya tidak terlalu pahit dengan flavour originnya tetap keluar. Beans yang paling disukai berasal dari daerah Jawa Barat, karena banyak varian dan setiap perkebunan menghasilkan greenbean yang berbeda-beda cara pengolahannya. Kopi-kopi Jawa Barat juga menjadi kesukaannya karena menghasilkan; body yang tidak terlalu kuat, ada aciditynya, dan sweetness.

arif2

Source picture by: @coffee_is_black

Arif yang tetap mempelajari teknik roasting dengan cara otodidak, tidak menutup diri untuk melihat roaster-roaster dari luar negeri atau pun dalam negeri. Beberapa panduan dari internet juga membantunya untuk mempelajari teknik roasting yang benar dan ditambah pengalaman diskusi dengan roaster di lingkungannya. Ia tetap ingin belajar untuk dapat mengembangkan diri. Baik itu mengikuti sertifikasi roaster atau pun komunitas roaster.

Sebagai roaster Coffee Is Black, Arif memiliki pandangan dengan perkembangan kopi saat ini yang mulai meningkat. Untuk jangka panjangnya akan semakin bertumbuh. Keinginannya adalah kopi-kopi lokal harus berjaya di negerinya sendiri.

Arif berniat untuk membuka sebuah coffeeshopnya sendiri dengan tetap menggunakan nama Coffee Is Black, tapi tidak untuk dalam jangka waktu dekat. Karena, untuk saat ini fokusnya masih menjadi roaster. Baginya masih banyak yang harus diperbaiki.

Arif yang berbadan agak gemuk ini saat ditanya, apakah ia pernah mengunjungi perkebunan kopi. “Belum pernah, karena males untuk naik gunung,” jawabnya sederhana sambil tertawa.

Arif yang merasa belum dapat membantu atau berkontribusi lebih untuk para petani Indonesia, hanya dapat memaksimalkan kopi yang terbaik hasil roastingnya kepada para client.

Pencapaian yang belum tercapai dari Coffee Is Black adalah meroasting 20kg sehari, upgrade mesin dan workshop.

Kesan untuk Ekspedisi Kopi adalah “tetap maju untuk pergerakannya dan lebih baik”.

 

BANJAR WIJAYA BLOK B34/3 KOTA TANGERANG

081212729646

info.coffeeisblack@gmail.com / @coffee_is_black

 

Narasumber: M. Arif Zalsyah

Writter: Wibi Sana Rachmat

Editor: Abdullah Hatim

 

HAFMI ADITHYO R:

Owner Skut Kopi

basaww

hafmi.adithyo@gmail.com / @basawww

Basawww panggilan beken dari Hafmi Adithyo R salah satu owner yang mulai membangun bisnis coffee shop di daerah Barito Jakarta Selatan. Skut Kopi menjadi basis dari bisnis coffee shop pertamanya yang dibangun pada tanggal 22 Januari 2016. Basawww menjalankan coffee shopnya bersama seorang partner yang tidak mau dipublikasikan namanya. Ia hanya memberikan info bahwa partnernya adalah “Mrs. X”. Skut Kopi saat ini mempunyai team yang terdiri dari; Basawww sendiri, Adrian, Chandra, Giesta (cewek satu-satunya). Skut Kopi dibangun berdasarkan pengalaman pribadinya dan research keliling coffee shop.

Konsep yang diniatkan adalah mini coffee shop dengan suasana kedai. Dengan tidak adanya wifi dan ruangan yang memang tidak terlalu besar terlihat seperti ruang tamu menjadi kesan hangat berada di dalamnya.

Menu sengaja dibuat pada posisi di atas belakang bar, karena bertujuan untuk adanya interaksi antara barista dengan customer. Asal nama Skut berasal dari bahasa Arab yang artinya diam, untuk Basawww sendiri lebih mengambil dari bahasa slank jaman dulu yanag artinya santai aja bor. Tagline Skut Kopisatu kopi sejuta saudara” berarti dari secangkir kopi menghasilkan banyak pertalian persaudaraan. Skut Kopi ingin hadir dengan harga yang mudah terjangkau oleh semua kalangan dan dengan kualitas kopi yang baik.

skut

Source picture by: @skutkopi

Sebelum memulai bisnisnya, Basawww yang sama sekali tidak suka dengan kopi ini pernah memulai kerja di kantoran sebanyak tiga kali sebagai karyawan dan tidak merasa nyaman dengan bidang pekerjaanya. Basawww juga pernah kuliah di 3 kampus yang berbeda selama 12 tahun. Salah satu kuliahnya mengambil jurusan bisnis. Basawww pernah menjalankan bisnis konveksi di Bandung yang akhirnya tidak berjalan panjang.

Skut Kopi menggunakan mesin kopi untuk kopi yang berbasis espresso dan susu. Untuk single origin, mereka sebut dengan “Seduh Hasta” atau seduh manual dengan kopi yang berasal dari Indonesia. Dan, kebanyakan metode yang mereka pakai V60, Aeropress (note:pesanan khusus), French Press dan Tubruk. Untuk menu makanan, mereka menyajikan makanan ringan seperti; donat, cookies, brownies dan roti gambang. Di Skut Kopi untuk menu favoritenya; velose (kopi berbentuk ice scoop dan fresh milk) dan primavera (air kelapa).

Seduh manual atau hasta masih diperkenalkan Skut Kopi untuk edukasi para customer mereka. Untuk beans, mereka memakai beans yang berasal dari Indonesia yaitu daerah; Gambung Pasundan (Ciwidey Jawa Barat), Bali Natural, Toraja (Barupu), Mandailing dan Robusta. Skut Kopi juga tidak meninggalkan kopi robusta untuk beberapa customer yang masih menyukai robusta dengan metode Vietnam Drip.

Untuk hoseblend mereka memberikan julukan “Skut Blend” yaitu pencampuran antara Gayo dan Toraja. Dikarenakan ingin mengeluarkan rasa high sweetness, low acid, medium body, bitterness tapi balance semuanya.

Skut Kopi juga mempunyai cara tersendiri untuk menaikkan selling mereka dengan mengikuti beberapa kopi cathering (arisan, wedding, gathering kantor) dan bazar. Saat kami tanyakan ke Basaww target market dari bisninya, ia hanya menjawab,”Target market kita adalah anak sekolah, kuliahan dan kantoran. Tapi semua itu nggak terlalu penting. Serahin aja sama Tuhan.”

Basawww sudah pernah mengunjungi kebun kopi di lereng Arjuna, Jawa Timur, Batu Malang. Berawal dari keseriusaannya untuk bisnis di bidang kopi sehingga ia harus mengetahui proses kopi itu dari hulu ke hilir. Banyak pengalaman berharga yang diambilnya setelah terjun langsung ke kebun kopi.

Basawww memiliki keinginan untuk membuka cabang Skut Kopi kedepannya. Tapi, ia tidak mempungkiri juga banyak pencapaian yang masih belum tercapai. Saat ini fokusnya adalah memberikan kopi-kopi yang terbaik untuk setiap customer setianya.

Quote dari Basawww : “Everydays is holidays”.

Kesan untuk team Ekspedisi Kopi dari Basawww adalah semoga dapat membentuk culture masyarakat mengenal dan meminum kopi asli Indonesia.

tampak-depan

Source picture by: @skutkopi

Jl.  Lamandau IV no 18 (Griya Astika) Barito, Jakarta Selatan

Tepat dengan Pasar Burung Barito

0818802032

skutkopi@gmail.com / @skutkopi

 

Narasumber: Hafmi Adhityo R

Writter: Wibi Sana Rachmat

Editor: Abdullah Hatim

Trisa Febrina Putri:

Barista Getback Coffee

img_5921

trisafebrinaputri@gmail.com / @trisaputrif

Barista wanita di era modern? Sudah bukan lagi menjadi hal tabu kalau kita mengunjungi beberapa coffee shop di Indonesia. Wanita dan kopi sudah menjadi trend yang bermunculan saat ini. Dimana, wanita sudah tidak ragu lagi untuk meminum kopi hitam sekalipun. Bahkan, sampai rela belajar untuk dapat menyeduh kopinya sendiri.

Trisa Febrina Putri (22), adalah salah satu dari segelintir wanita ibukota yang saat ini masih menekuni profesi sebagai seorang peracik kopi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Barista. Dan, pada Desember 2012 lebih tepatnya Trisa secara tidak sadar dikenalkan dengan dunia kopi, Getback Coffee adalah coffee shop di bilangan Ruko Duta Mas ITC Fatmawati dimana tempat ia bekerja hingga saat ini. Awal mula karirnya di coffee shop tersebut, Trisa hanya memegang jabatan sebagai seorang kasir, namun dengan seiring berjalannya waktu dan rasa keingintahuan yang tinggi tentang “apa sih kopi itu? dan bagaimana cara membuat kopi yang baik?”, akhirnya Trisa mencoba menjalani training sebagai seorang barista. Dan sejak saat itu, Trisa mulai mendalami profesinya sebagai seorang barista wanita.

Seperti kata peribahasa “Lain Dulu, Lain Sekarang”, begitulah kalimat yang pantas di sematkan kepada wanita berusia 22 tahun ini. Yang awal mula hanya memegang posisi sebagai seorang kasir di Getback Coffee, namun Trisa saat ini sudah memegang jabatan sebagai Manager Operational dan memiliki banyak pengalaman di dalam industri kopi. Bersama dengan timnya yang beranggotakan tiga orang  barista dan dua diantaranya adalah wanita.

Trisa pun pernah mengikuti beberapa kompetisi barista diantaranya adalah, Throwdown Aeropress yang diselenggarakan di One Fiftheenth Coffee pada tahun 2013 namun hanya bertahan hingga babak semifinal dan Indonesia Barista Championship yang di selenggarakan oleh SCAI pada September 2015 lalu dan mampu masuk dalam peringkat 24 besar babak penyisihan. Itu adalah sebuah kebanggaan baginya, karena selama menggeluti profesinya sebagai barista, Trisa tidak pernah pernah menyangka akan melangkah sejauh ini di dunia kopi. Tidak ada sebuah ambisi dari dirinya sendiri untuk mencapai suatu target tertentu dalam karirnya tersebut. Semuanya dibiarkan mengalir begitu saja seperti halnya air yang memasuki celah-celah dari serbuk kopi, dan pada akhirnya memberikan sebuah kejutan ketika di minum.

Tiga tahun sudah Trisa berkarir sebagai seorang barista wanita, banyak cerita menarik dan pengalaman yang telah ia lalui selama ini. Mulai dari bertemu dengan customer yang berbeda-beda karakternya, hingga ada yang memesan kopi yang harus sesuai dengan seleranya si customer dan disitulah tantangan bagi seorang barista untuk bisa memenuhi kebutuhan selera kopi dari setiap pelanggan yang datang. Dan, ketika kami menanyakan “Pengalaman tidak menyenangkan apa saja yang di rasakan selama ini sebagai seorang barista?”, wanita ini menjawab “Hampir tidak ada, karena semua hal yang tidak menyenangkan dianggapnya sebagai bahan pembelajaran,” jawabnya.

Dari sekian banyak alat seduh yang ada hingga saat ini, Trisa lebih menyukai metode seduh manual dibandingkan metode seduh menggunakan mesin “Espresso Machine”, dan ia menempatkan hatinya kepada alat seduh manual yang bernama V60. Saat ditanya alasannya kenapa ia memilih alat V60 sebagai metode seduh manual yang paling dia suka, Trisa menjawab “Rasa yang di hasilkan oleh alat seduh V60 lebih clean dan ringan dibanding dengan alat yang lain”, terlebih lagi untuk customer wanita akan lebih mudah menikmati secangkir kopi karna rasanya yang ringan.

Selain itu Trisa sendiri memiliki kopi favorit, yaitu kopi Sunda Aromanis, bukan hanya karna ia berasal dari dataran sunda tapi memang kopi tersebut memiliki rasa yang lebih manis di bandingkan dengan kopi lainnya. Terlebih lagi di Getback Coffee memang terdapat sebuah alat sangrai kopi kecil berkapasitas 250gram, Hottop namanya. Sehingga Trisa sendiri dapat menyesuaikan profil sangrai seperti apa yang cocok untuk kopinya nanti,  dan memang pada awalnya kedua pemilik dari Getback Coffee “Gerardo Gani (Gani) dan Jumarmu Zamil (Zamzam)” ini menyediakan alat sangria demi memenuhi kebutuhan coffee shop mereka, bahkan tidak jarang salah satu dari mereka sering kali terlihat duduk dengan khusuknya di depan mesin berkapasitas 250gram tersebut. Hanya untuk demi mendapatkan hasil roasting yang sempurna.

img_5965

Source picture by: @trisaputrif

Meningkatnya jumlah coffee shop baru menurut Trisa adalah sebuah perkembangan di industri kopi, dan meminum kopi sudah menjadi suatu kebiasaan bagi orang Indonesia, terlebih lagi di Jakarta. Dan Trisa memiliki sebuah impian yang dimana suatu saat nanti ia akan membuka coffee shopnya sendiri, karena menjadi seorang barista adalah hobby yang tersalurkan tanpa terencana. Jadi, suatu saat nanti jika ia memiliki coffee shopnya sendiri, Trisa berencana akan membagikan pengalamannya sendiri kepada barista-barista lainnya yang bekerja ditempatnya nanti.

img_5966

Source picture by: @trisaputrif

Jl. RS Fatmawati 39,

Ruko Duta Mas ITC Fatmawati Blok B2 No.12

021-7230942

getbackcoffee@gmail.com / @getbackcoffee

 

Narasumber: Trisa Febrina Putri

Writter: Wibi Sana Rachmat

Editor: Abdullah Hatim