Trisa Febrina Putri:

Barista Getback Coffee

img_5921

trisafebrinaputri@gmail.com / @trisaputrif

Barista wanita di era modern? Sudah bukan lagi menjadi hal tabu kalau kita mengunjungi beberapa coffee shop di Indonesia. Wanita dan kopi sudah menjadi trend yang bermunculan saat ini. Dimana, wanita sudah tidak ragu lagi untuk meminum kopi hitam sekalipun. Bahkan, sampai rela belajar untuk dapat menyeduh kopinya sendiri.

Trisa Febrina Putri (22), adalah salah satu dari segelintir wanita ibukota yang saat ini masih menekuni profesi sebagai seorang peracik kopi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Barista. Dan, pada Desember 2012 lebih tepatnya Trisa secara tidak sadar dikenalkan dengan dunia kopi, Getback Coffee adalah coffee shop di bilangan Ruko Duta Mas ITC Fatmawati dimana tempat ia bekerja hingga saat ini. Awal mula karirnya di coffee shop tersebut, Trisa hanya memegang jabatan sebagai seorang kasir, namun dengan seiring berjalannya waktu dan rasa keingintahuan yang tinggi tentang “apa sih kopi itu? dan bagaimana cara membuat kopi yang baik?”, akhirnya Trisa mencoba menjalani training sebagai seorang barista. Dan sejak saat itu, Trisa mulai mendalami profesinya sebagai seorang barista wanita.

Seperti kata peribahasa “Lain Dulu, Lain Sekarang”, begitulah kalimat yang pantas di sematkan kepada wanita berusia 22 tahun ini. Yang awal mula hanya memegang posisi sebagai seorang kasir di Getback Coffee, namun Trisa saat ini sudah memegang jabatan sebagai Manager Operational dan memiliki banyak pengalaman di dalam industri kopi. Bersama dengan timnya yang beranggotakan tiga orang  barista dan dua diantaranya adalah wanita.

Trisa pun pernah mengikuti beberapa kompetisi barista diantaranya adalah, Throwdown Aeropress yang diselenggarakan di One Fiftheenth Coffee pada tahun 2013 namun hanya bertahan hingga babak semifinal dan Indonesia Barista Championship yang di selenggarakan oleh SCAI pada September 2015 lalu dan mampu masuk dalam peringkat 24 besar babak penyisihan. Itu adalah sebuah kebanggaan baginya, karena selama menggeluti profesinya sebagai barista, Trisa tidak pernah pernah menyangka akan melangkah sejauh ini di dunia kopi. Tidak ada sebuah ambisi dari dirinya sendiri untuk mencapai suatu target tertentu dalam karirnya tersebut. Semuanya dibiarkan mengalir begitu saja seperti halnya air yang memasuki celah-celah dari serbuk kopi, dan pada akhirnya memberikan sebuah kejutan ketika di minum.

Tiga tahun sudah Trisa berkarir sebagai seorang barista wanita, banyak cerita menarik dan pengalaman yang telah ia lalui selama ini. Mulai dari bertemu dengan customer yang berbeda-beda karakternya, hingga ada yang memesan kopi yang harus sesuai dengan seleranya si customer dan disitulah tantangan bagi seorang barista untuk bisa memenuhi kebutuhan selera kopi dari setiap pelanggan yang datang. Dan, ketika kami menanyakan “Pengalaman tidak menyenangkan apa saja yang di rasakan selama ini sebagai seorang barista?”, wanita ini menjawab “Hampir tidak ada, karena semua hal yang tidak menyenangkan dianggapnya sebagai bahan pembelajaran,” jawabnya.

Dari sekian banyak alat seduh yang ada hingga saat ini, Trisa lebih menyukai metode seduh manual dibandingkan metode seduh menggunakan mesin “Espresso Machine”, dan ia menempatkan hatinya kepada alat seduh manual yang bernama V60. Saat ditanya alasannya kenapa ia memilih alat V60 sebagai metode seduh manual yang paling dia suka, Trisa menjawab “Rasa yang di hasilkan oleh alat seduh V60 lebih clean dan ringan dibanding dengan alat yang lain”, terlebih lagi untuk customer wanita akan lebih mudah menikmati secangkir kopi karna rasanya yang ringan.

Selain itu Trisa sendiri memiliki kopi favorit, yaitu kopi Sunda Aromanis, bukan hanya karna ia berasal dari dataran sunda tapi memang kopi tersebut memiliki rasa yang lebih manis di bandingkan dengan kopi lainnya. Terlebih lagi di Getback Coffee memang terdapat sebuah alat sangrai kopi kecil berkapasitas 250gram, Hottop namanya. Sehingga Trisa sendiri dapat menyesuaikan profil sangrai seperti apa yang cocok untuk kopinya nanti,  dan memang pada awalnya kedua pemilik dari Getback Coffee “Gerardo Gani (Gani) dan Jumarmu Zamil (Zamzam)” ini menyediakan alat sangria demi memenuhi kebutuhan coffee shop mereka, bahkan tidak jarang salah satu dari mereka sering kali terlihat duduk dengan khusuknya di depan mesin berkapasitas 250gram tersebut. Hanya untuk demi mendapatkan hasil roasting yang sempurna.

img_5965

Source picture by: @trisaputrif

Meningkatnya jumlah coffee shop baru menurut Trisa adalah sebuah perkembangan di industri kopi, dan meminum kopi sudah menjadi suatu kebiasaan bagi orang Indonesia, terlebih lagi di Jakarta. Dan Trisa memiliki sebuah impian yang dimana suatu saat nanti ia akan membuka coffee shopnya sendiri, karena menjadi seorang barista adalah hobby yang tersalurkan tanpa terencana. Jadi, suatu saat nanti jika ia memiliki coffee shopnya sendiri, Trisa berencana akan membagikan pengalamannya sendiri kepada barista-barista lainnya yang bekerja ditempatnya nanti.

img_5966

Source picture by: @trisaputrif

Jl. RS Fatmawati 39,

Ruko Duta Mas ITC Fatmawati Blok B2 No.12

021-7230942

getbackcoffee@gmail.com / @getbackcoffee

 

Narasumber: Trisa Febrina Putri

Writter: Wibi Sana Rachmat

Editor: Abdullah Hatim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s